Senin, 01 Juli 2013

Temani Astronot, Jepang Akan Kirim Robot ke Luar Angkasa

0 komentar

Temani Astronot, Jepang Akan Kirim Robot ke Luar Angkasa

Robot humanoid setinggi 34 cm itu bernama Kirobo. Siapa dia?


Kirobo
Kirobo (space.com)
Jepang punya ide unik dalam eksplorasi ruang angkasa. Negeri Matahari Terbit itu dilaporkan akan mengujicoba robot humanoid untuk membantu astronot dalam menjelajahi ruang angkasa.

Boston.com melansir, 1 Juli 2013, proyek itu melibatkan robot yang dinamai Kirobo, yang dibesut para pengembang asli Jepang, berasal dari kata "kibo" yang dalam Bahasa Indonesia artinya harapan.

Lalu, nama itu digabungkan dengan kata robot sehingga menjadi Kirobo. Robot setinggi 34 cm dan berat 1 kilogram itu mempunyai kemampuan berbicara dan sudah didemontrasikan di Tokyo.

Para pengembang berharap robot-robot seperti Kirobo dapat membantu pekerjaan astronot di ruang angkasa, misalnya menyimpan berbagai percakapan atau komando untuk dipakai saat berada di luar angkasa.

Uniknya, pengembang sempat menanyakan kepada robot mungil itu tentang apa mimpinya. Dan, robot itu bisa menjawabnya. Sang robot ingin menciptakan masa depan di mana manusia dan robot bisa hidup bersama-sama dan rukun.


Kirobo ingin menciptakan masa depan di mana manusia dan robot bisa hidup bersama-sama dan rukun. (themotorreport.com.au)

Sementara itu, laman Nasdaq melaporkan, berdasarkan keterangan pihak Dentsu, robot itu akan bersama manusia di kargo pesawat ruang angkasa Kounotori 4, yang akan diluncurkan pada 4 Agustus mendatang.

Kirobo akan meluncur dari Tanegashima Space Center menuju Stasiun Ruang Angkasa Internasonal (ISS).

Kirobo merupakan salah satu dari dua robot komunikasi humanoid yang dikembangkan di bawah Proyek Kibo Robot. Proyek riset itu melibatkan Pusat Sains dan Teknologi Lanjutan (Research Center for Advanced Science and Technology/RCAST), Universitas Tokyo, Robo Garage Co Ltd, Toyota, Badan Eksplorasi Penerbangan Jepang (Japan Aerospace Exploration Agency).

Robo Garage dan RCAST bekerja sama mengerjakan pengembangan piranti keras robot dan gerak, sedangkan Toyota mengembangkan fungsi pengenalan suara yang digunakan, dan Dentsu bertanggung jawab menciptakan konten percakapan dan manajemen seluruh proyek.

Labels